tentang bios
Kamis, 09 Februari 2012
Cara Setting Konfigurasi bios agar booting dari Flashdisk atau CD
Artikel kategori komputer tentang cara setting konfigurasi bios agar bisa booting dari flashdisk ini berhubungan dengan artikel sebelumnya yang membahas bagaimana cara membuat flashdisk yang berfungsi sebagai pengganti cd installer windows xp , vista ataupun windows seven, flashdisk yang seperti itu biasanya disebut dengan flashdisk bootable. Agar flashdisk bootable itu bisa digunakan untuk melakukan installasi komputer, terlebih dulu kamu harus mengerti bagaimana cara melakukan setting atau konfigurasi pada bios komputer agar booting dari flashdisk, karena jika tidak diset booting dari flashdisk ya tentunya flashdisk tersebut tidak berpengaruh pada komputer atau laptop kamu.
Di bawah ini merupakan panduan cara setting bios agar komputer dapat booting dari flashdisk lengkap dengan gambar-gambar pendukung agar kamu mudah memahaminya.
Oh iya, sebelum membaca panduannya alangkah baiknya jika kamu paham dulu apa itu singkatan BIOS dan apa pengertian bios itu. BIOS merupakan singkatan dari Basic Input Ouput System, Bios adalah program mikroprosesor komputer pribadi yang digunakan untuk mendapatkan sistem komputer dimulai setelah kamu mengaktifkannya (menyalakannya). Fungsi BIOS antara lain sebagai berikut :
1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
Cara Setting Konfigurasi bios agar booting dari Flashdisk atau CD
Untuk masuk ke sistem BIOS caranya cukup mudah, ketika komputer atau laptop baru dinyalakan langsung saja tekan tombol keyboard yang khusus untuk masuk ke BIOS, tombol bios ini untuk setiap manufaktur berbeda beda, antara lain tombol F1, F2, F3, ESC, Del. Namun yang sering saya jumpai adalah tombol F2 atau DEL. Menekan tombol BIOS terkadang tidak cukup satu kali, jadi tekan beberapa kali sampai masuk ke sistem BIOS.
Pada panduan di bawah ini BIOS yang saya contohkan adalah BIOS dari Phenonix dan BIOS dari America Megatrends. untuk masuk Bios Pheonix menggunakan tombol F2, sedangkan BIOS America Megatrends menggunakan tombol DEL.
Bios Pheonix
Untuk setting bios Pheonix agar booting dari flashdisk adalah sebagai berikut :
1. Setelah tampil halaman utama seperti gambar di bawah ini, masukan ke halaman Boot dengan cara menekan tombol panah kanan pada keyboard kamu.
Pada halaman Boot akan tampil seperti gambar di bawah ini. Perhatikan dan Pilih pada USB HDD, dengan cara menekan tombol panah bawah pada keyboard kamu, sehingga USB HDD menjadi berwarna putih.
langkah selanjutnya, jadikan USB HDD sebagai booting diurutan pertama, caranya tekan Tombol ( + ) pada keyboard kamu, nanti USB HDD akan bergeser ke atas.
Namun jika kamu ingin booting dari CD, pilih IDE CD, posisikan IDE CD pada urutan pertama
Jika sudah bergeser ke urutan paling atas, simpan setting konfigurasi bios yang baru kamu lakukan, caranya klik pada tombol F10, Ketika muncul jendela setup konfirmation, pilih [YES], lalu tekan enter, setelah itu komputer atau laptop akan melakukan restart secara otomatis. Sekarang setting bios udah bisa booting dari flashdisk, (atau booting dari CD jika IDE CD yang diletakkan di urutan pertama)
BIOS AMERICAN MEGATRENS
Untuk cara setting konfigurasi bios american megatrends agar booting dari flashdisk tidak jauh berbeda dengan di bios Pheonix, yang membuat berbeda hanyalah tampilan antar muka nya saja.
1. Masuk ke bios american megatrends dengan tekan tombol DEL, akan tampak halaman utama bios seperti gambar di bawah ini. Masuk ke halaman Boot dengan menekan tompol panah kanan pada keyboard
2. Pilih menu Boot Device Priority dengan cara menekan tombol panah bawah pada keyboard, kemudian tekan enter
3. Lalu jadikan pilihan [ removable device] menjadi urutan pertama, dengan cara menekan tombol (+) pada keyboard kamu. Namun jika kamu ingin komputer booting dari CD, yang diletakkan di urutan pertama adalah [CD/DVD]
4. Jika sudah, silahkan tekan tombol F10 untuk menyimpan setting konfigurasi bios kamu.
oh iya, jangan lupa tombol (+) biasanya jadi satu dengan tombol ( = ), jadi jangan lupa untuk bisa menekan tombol + harus diikuti tombol SHIFT.
Semoga panduan tentang bagaimana cara setting konfigirasi BIOS agar booting dari Flashdisk atau CD di atas cukup jelas dan mudah dipahami, dan saya harap apa yang saya tulis di atas bisa kamu praktekkan dengan dengan lancar dan mudah.
Cara Setting Konfigurasi bios agar booting dari Flashdisk atau CD
Artikel kategori komputer tentang cara setting konfigurasi bios agar bisa booting dari flashdisk ini berhubungan dengan artikel sebelumnya yang membahas bagaimana cara membuat flashdisk yang berfungsi sebagai pengganti cd installer windows xp , vista ataupun windows seven, flashdisk yang seperti itu biasanya disebut dengan flashdisk bootable. Agar flashdisk bootable itu bisa digunakan untuk melakukan installasi komputer, terlebih dulu kamu harus mengerti bagaimana cara melakukan setting atau konfigurasi pada bios komputer agar booting dari flashdisk, karena jika tidak diset booting dari flashdisk ya tentunya flashdisk tersebut tidak berpengaruh pada komputer atau laptop kamu.
Di bawah ini merupakan panduan cara setting bios agar komputer dapat booting dari flashdisk lengkap dengan gambar-gambar pendukung agar kamu mudah memahaminya.
Oh iya, sebelum membaca panduannya alangkah baiknya jika kamu paham dulu apa itu singkatan BIOS dan apa pengertian bios itu. BIOS merupakan singkatan dari Basic Input Ouput System, Bios adalah program mikroprosesor komputer pribadi yang digunakan untuk mendapatkan sistem komputer dimulai setelah kamu mengaktifkannya (menyalakannya). Fungsi BIOS antara lain sebagai berikut :
1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
Cara Setting Konfigurasi bios agar booting dari Flashdisk atau CD
Untuk masuk ke sistem BIOS caranya cukup mudah, ketika komputer atau laptop baru dinyalakan langsung saja tekan tombol keyboard yang khusus untuk masuk ke BIOS, tombol bios ini untuk setiap manufaktur berbeda beda, antara lain tombol F1, F2, F3, ESC, Del. Namun yang sering saya jumpai adalah tombol F2 atau DEL. Menekan tombol BIOS terkadang tidak cukup satu kali, jadi tekan beberapa kali sampai masuk ke sistem BIOS.
Pada panduan di bawah ini BIOS yang saya contohkan adalah BIOS dari Phenonix dan BIOS dari America Megatrends. untuk masuk Bios Pheonix menggunakan tombol F2, sedangkan BIOS America Megatrends menggunakan tombol DEL.
Bios Pheonix
Untuk setting bios Pheonix agar booting dari flashdisk adalah sebagai berikut :
1. Setelah tampil halaman utama seperti gambar di bawah ini, masukan ke halaman Boot dengan cara menekan tombol panah kanan pada keyboard kamu.
Pada halaman Boot akan tampil seperti gambar di bawah ini. Perhatikan dan Pilih pada USB HDD, dengan cara menekan tombol panah bawah pada keyboard kamu, sehingga USB HDD menjadi berwarna putih.
langkah selanjutnya, jadikan USB HDD sebagai booting diurutan pertama, caranya tekan Tombol ( + ) pada keyboard kamu, nanti USB HDD akan bergeser ke atas.
Namun jika kamu ingin booting dari CD, pilih IDE CD, posisikan IDE CD pada urutan pertama
Jika sudah bergeser ke urutan paling atas, simpan setting konfigurasi bios yang baru kamu lakukan, caranya klik pada tombol F10, Ketika muncul jendela setup konfirmation, pilih [YES], lalu tekan enter, setelah itu komputer atau laptop akan melakukan restart secara otomatis. Sekarang setting bios udah bisa booting dari flashdisk, (atau booting dari CD jika IDE CD yang diletakkan di urutan pertama)
BIOS AMERICAN MEGATRENS
Untuk cara setting konfigurasi bios american megatrends agar booting dari flashdisk tidak jauh berbeda dengan di bios Pheonix, yang membuat berbeda hanyalah tampilan antar muka nya saja.
1. Masuk ke bios american megatrends dengan tekan tombol DEL, akan tampak halaman utama bios seperti gambar di bawah ini. Masuk ke halaman Boot dengan menekan tompol panah kanan pada keyboard
2. Pilih menu Boot Device Priority dengan cara menekan tombol panah bawah pada keyboard, kemudian tekan enter
3. Lalu jadikan pilihan [ removable device] menjadi urutan pertama, dengan cara menekan tombol (+) pada keyboard kamu. Namun jika kamu ingin komputer booting dari CD, yang diletakkan di urutan pertama adalah [CD/DVD]
4. Jika sudah, silahkan tekan tombol F10 untuk menyimpan setting konfigurasi bios kamu.
oh iya, jangan lupa tombol (+) biasanya jadi satu dengan tombol ( = ), jadi jangan lupa untuk bisa menekan tombol + harus diikuti tombol SHIFT.
Semoga panduan tentang bagaimana cara setting konfigirasi BIOS agar booting dari Flashdisk atau CD di atas cukup jelas dan mudah dipahami, dan saya harap apa yang saya tulis di atas bisa kamu praktekkan dengan dengan lancar dan mudah.
Sebelum anda instal windows terlebih dulu mengatur BIOS (Basic Input Output System)
adapun cara pengaturan BIOS telah saya buat sedemikian rupa dibawah
ini disertai gambar supaya anda dapat memahaminya dan untuk segala
kekurangannya sebelumnya saya memohon maaf apabila tidak sesuai yang
anda harapkan. Silahkan ikuti langkah-langkah setting BIOS berikut ini:
LANGKAH 1
Tekan tombol power pada PC dan monitor untuk menghidupkan komputer Anda. PC akan segera melakukan proses booting
Tekan tombol power pada PC dan monitor untuk menghidupkan komputer Anda. PC akan segera melakukan proses booting
LANGKAH 2
Segera menekan tombol [Delete] pada keyboard untuk masuk ke menu BIOS/CMOS Setup
LANGKAH 3
Anda akan masuk BIOS. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah men-setting waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah melalui menu [Main],[System Time]. Untuk mengubahnya, gunakan tombol [+], [-] dan tombol [Tab] pada keyboard Anda
Anda akan masuk BIOS. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah men-setting waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah melalui menu [Main],[System Time]. Untuk mengubahnya, gunakan tombol [+], [-] dan tombol [Tab] pada keyboard Anda
LANGKAH 4
Selanjutnya, dengan cara yang sama, ubahlah tanggal pada sistem komputer Anda melalui menu [System Date].
Selanjutnya, dengan cara yang sama, ubahlah tanggal pada sistem komputer Anda melalui menu [System Date].
LANGKAH 5
Setelah men-setting waktu dan tanggal dari sistem, jika mau, Anda juga dapat memasang
password BIOS agar orang lain tidak dapat mengubah setelan BIOS yang Anda buat. Caranya, pilih menu [Supervisor Password], lalu tekan tombol [+] pada keyboard. Selanjutnya, masukkan password Anda pada boks Enter Password, lalu klik [Enter]. Masukkan kembali password Anda pada boks Confirm Password, kemudian kembali klik [Enter]. Sekarang status opsi SupervisorPass word sudah menjadi Enabled.
Setelah men-setting waktu dan tanggal dari sistem, jika mau, Anda juga dapat memasang
password BIOS agar orang lain tidak dapat mengubah setelan BIOS yang Anda buat. Caranya, pilih menu [Supervisor Password], lalu tekan tombol [+] pada keyboard. Selanjutnya, masukkan password Anda pada boks Enter Password, lalu klik [Enter]. Masukkan kembali password Anda pada boks Confirm Password, kemudian kembali klik [Enter]. Sekarang status opsi SupervisorPass word sudah menjadi Enabled.
LANGKAH 6
Bila PC Anda akan dipakai beramai-ramai, Anda juga bisa men-setting user password untuk masing-masing pengguna. Manfaatkan saja menu [User Password]. Cara pengaturannya sama saja dengan pengaturan pada supervisor password.
Bila PC Anda akan dipakai beramai-ramai, Anda juga bisa men-setting user password untuk masing-masing pengguna. Manfaatkan saja menu [User Password]. Cara pengaturannya sama saja dengan pengaturan pada supervisor password.
LANGKAH 7
Sekarang bukalah menu [Advanced] dengan menekan tombol [a€¡] (arah panah ke kanan) pada keyboard Anda, lalu pilih [I/O Device Configuration] kemudian [Enter]
Sekarang bukalah menu [Advanced] dengan menekan tombol [a€¡] (arah panah ke kanan) pada keyboard Anda, lalu pilih [I/O Device Configuration] kemudian [Enter]
LANGKAH 8
Di sini Anda dapat mengatur penggunaan fitur onboard pada motherboard Anda. Misalnya, bila Anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan on-board, ubahlah opsi [On-board AC97 Audio Controller] dan [On-board AC97 Modem Controller] menjadi [Disabled] dengan menekan tombol [+] pada keyboard Anda. Selanjutnya klik [Esc] untuk kembali ke menu [Advanced]
Di sini Anda dapat mengatur penggunaan fitur onboard pada motherboard Anda. Misalnya, bila Anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan on-board, ubahlah opsi [On-board AC97 Audio Controller] dan [On-board AC97 Modem Controller] menjadi [Disabled] dengan menekan tombol [+] pada keyboard Anda. Selanjutnya klik [Esc] untuk kembali ke menu [Advanced]
LANGKAH 9
Sekarang pilih opsi [PCI Configuration] lalu tekan [Enter]. Kemudian agar slot USB Anda berfungsi set opsi [USB Function] menjadi [Enabled]. Jika belum, Anda bisa mengubahnya dengan menekan tombol [+]. Jika sudah, kembali ke menu [Advanced] dengan menekan tombol [Esc]
Sekarang pilih opsi [PCI Configuration] lalu tekan [Enter]. Kemudian agar slot USB Anda berfungsi set opsi [USB Function] menjadi [Enabled]. Jika belum, Anda bisa mengubahnya dengan menekan tombol [+]. Jika sudah, kembali ke menu [Advanced] dengan menekan tombol [Esc]
LANGKAH 10
Selanjutnya buka menu [Boot].
Selanjutnya buka menu [Boot].
untuk
memudahkan penginstalan sistem operasi yang akan dilakukan setelah
ini, ubah pengaturan boot dari PC. Kemudian set CDROM sebagai boot
device pertama, atau jika anda ingin melakukan penginstalan dari Flash Disk ganti CDROM dengan nama flash disk.
Kemudian Hard Disk sebagai Boot Device ke-2 dan Floopy Boot Device ke-3
(Disable jika anda tidak memilihnya), dengan menggunakan tombol [+]
atau [-]. Gunanya, agar setiap kali booting, komputer mencari adanya
sistem operasi di CD-ROM dulu, baru kemudian hard disk, dan floopy.
LANGKAH 11
Masukkan CD instalasi Windows XP ke CD-ROM drive. Setelah itu, pilih menu [Exit], [Exit Saving Changes] untuk keluar dari BIOS dan menyimpan pengaturan yang Anda buat tadi. Selanjutnya komputer akan restart. Dan jika Anda tadi mengaktifkan user password, maka akan muncul kotak password. Isi password tersebut agar komputer dapat melanjutkan proses booting. Selesai.
Masukkan CD instalasi Windows XP ke CD-ROM drive. Setelah itu, pilih menu [Exit], [Exit Saving Changes] untuk keluar dari BIOS dan menyimpan pengaturan yang Anda buat tadi. Selanjutnya komputer akan restart. Dan jika Anda tadi mengaktifkan user password, maka akan muncul kotak password. Isi password tersebut agar komputer dapat melanjutkan proses booting. Selesai.
Read more...

